Kekurangan dan Kelebihan Ban yang Diisi dengan Gas Nitrogen

motorku.net – Ban merupakan salah satu komponen yang paling penting. Apapun jenis kendaraannya, baik itu sepeda motor, mobil dan kendaraan mobilitas lainnya.

Dalam hal ini, tekanan gas (angin) dalam ban juga perlu diperhatikan agar kinerja (grip/daya cakram) ban terhadap jalan aspal tetap optimal, stabil dan umur pakai ban menjadi lebih panjang. Metode pengisian itu sendiri ada 2 cara, yaitu pengisian dengan udara (angin) ada juga yang menggunakan gas nitrogen untuk ban (N2).

Belakangan ini pun, kebanyakan pengendara sepeda motor melakukan pengisian ban dengan menggunakan gas nitrogen. Dari beberapa sumber mengatakan bahwa ban yang menggunakan nitrogen menjanjikan performa yang lebih baik daripada ban yang menggunakan angin/udara.

Pengertian Nitrogen

Nitrogen atau zat lemas adalah unsur kimia dalam tabel periodeik yang memiliki lambang N dengan nomor atom 7. Biasanya ditemukan dengan wujud sebagai gas tanpa warna, tidak berbau, tanpa rasa dan merupakan gas diatomik bukan logam yang stabil, sangat sulit bereaksi dengan unsur senyawa lainnya.

Nitrogen dinamakan sebagai zat lemas karena zat ini bersifat malas, tidak aktif bereaksi dengan unsur lainnya. Nitrogen mengisi sekitar 8,08% atmosfer bumi dan juga terdapat dalam banyak jaringan hidup.

Namun dalam menggunakan gas nitrogen sebagai gas pengisi ban tentunya ada kekurangan dan kelebihan tersendiri. Nah, mari simak apa saja kekurangan dan kelebihan dari menggunakan nitrogen untuk ban kendaraan sepeda motor :

kekurangan dan kelebihan mengunakan nitrogen sebagai gas pengisi ban

Kekurangan Menggunakan Gas Nitrogen (N2) Sebagai Gas Pengisi Ban

  1. Harga pengisian yang terbilang masih mahal
    Untuk pengisian ban dengan nitrogen umumnya dipatok dengan harga sekitar 10ribu sampai 20ribuan untuk setiap ban kendaraan. Belum lagi ada tambahan biaya apabila sebelumnya gas pengisi ban bukan nitrogen, karena memang harus dikuras terlebih dahulu untuk kemudian diisi dengan gas nitrogen. Untuk biaya kuras kurang lebih sekitar 5ribu sampai 10ribu.
  2. Perawatan
    Untuk perawatan sendiri sangat mudah, yaitu setiap kali ban sudah terisi dengan gas nitrogen maka langkah selanjutnya jika tekanan berkurang maka tinggal menambah dengan gas nitrogen lagi.
  3. Ketersediaan
    Untuk ketersediaan pengisian gas nitrogen untuk ban kendaraan masih belum begitu banyak bengkel yang menyediakannya.

Kelebihan Menggunakan Gas Nitrogen (N2) Sebagai Gas Pengisi Ban

  1. Tekanan ban menjadi lebih terjaga dan tahan lama (maksudnya adalah menjadi jarang melakukan pengisian ulang).
  2. Daya cakram dan kinerja pada ban menjadi lebih optimal akibat grip yang baik, dan tekanan yang tidak berkurang.
  3. Menghemat BBM (karena meringankan kerja mesin).
  4. Meningkatkan keselamatan, dikarenakan memiliki tekanan yang tepat dan stabilitas yang terjaga.
  5. Memperpanjang umur pakai ban kendaraan, karena tekanan ban yang tepat menjadikan ban habis secara merata.
  6. Tidak terjadi oksidasi pada karet ban sehingga memperpanjang umur elastisitas karet ban kendaraan.
  7. Tekanan ban yang stabil terhadap temperatur ban dan juga mengurangi kecelakan akibat pecah ban/overpressure.

Bonus : Cara Melakukan Pengisian Nitrogen

mengukur isi tekanan ban

  1. Anda bisa menguras terlebih dahulu angin pada ban kendaran disertai dengan melepas pentil.
  2. Setelah dirasa sudah terbuang semuanya, maka langkah selanjutnya yaitu mengisi N2 80% – 85% dari tekanan idealnya.
  3. Langkah selanjutnya, Anda buang kembali seperti langkah nomor 1 (buang nitrogen) dan isi kembali (pentil keadaan belum terpasang) tujuannya agar saat pengisian asupan kedua murni alias benar-benar nitrogen.
  4. Anda bisa pasang kembali tutup pentil, dan lanjutkan dengan melakukan pengisian ban dengan batas ideal. Jangan terlalu berlebih atau berkurang.

Demikian informasi mengenai kekurangan dan kelebihan ban yang diisi dengan gas nitrogen. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + twelve =